Berita
- By Triwiek Yulinawati
- 02 Oct 2024
- 384
HARI BATIK DI SMAN 1 WAY SERDANG
Ada yang berbeda pagi ini di SMAN 1 Way Serdang. Para siswa
dan guru tampil tidak seperti biasanya.
Kalau biasanya anak-anak di hari rabu mengenakan seragam putih abu-abu, dan
gurunya mengenakan seragam putih hitam, hari ini mereka mengenakan baju batik dengan aneka
warna dan motif. Ada yang mengenakan batik motif mega mendung, parang rusak,
kawung, dan motif-motif modern yang membuat suasana sekolah begitu semarak dan
berwarna.
Usut punya usut ternyata hari ini adalah
Hari Batik Nasional. Hari Batik Nasional
diperingati setiap tanggal 2 Oktober di Indonesia. Tanggal ini
dipilih untuk memperingati pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai
Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada tahun 2009. Awalnya, batik diperkenalkan kepada dunia
internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi Perserikatan
Bangsa-Bangsa. Batik Indonesia kemudian didaftarkan untuk mendapatkan status
Intangible Cultural Heritage (ICH) melalui UNESCO pada tanggal 4 September 2008
di Jakarta.
Lalu, pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk
Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi, dan batik dikukuhkan
sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda dalam sidang keempat Komite
Antar-Pemerintah yang diselenggarakan oleh UNESCO di Abu Dhabi pada tanggal 2
Oktober 2009.
Kemudian, Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadikan
tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden
(Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 yang dikeluarkan pada tanggal 17 November 2009.
Nah sebagai bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia,
dan sebagai perwujudan rasa bangga sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan yang
begitu luhur, sudah sepantasnya kita ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari
Batik ini. Sebagai warisan budaya, batik
mencerminkan kearifan budaya dan agama yang senantiasa harus dilestarikan
sampai akhir zaman. Mengenakan batik adalah menyuarakan identitas nasional
yang kuat, karena telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Manusia. Memakainya adalah cara untuk menghormati warisan budaya Indonesia yang
luar biasa serta menghargai bentuk seni dan tradisi yang mencerminkan
kebudayaan Indonesia.

